Review Komik Study Group

Review Komik Study Group

Review Komik Study Group. Di awal 2026, Study Group tetap menjadi salah satu webtoon aksi sekolah paling dibicarakan dan konsisten dibaca ulang oleh penggemar genre manhwa. Dirilis pertama kali pada 2019 dan masih berjalan hingga sekarang, komik ini kembali naik daun setelah chapter terbaru memasuki arc klimaks yang penuh ketegangan akhir 2025. Study Group bukan sekadar cerita anak SMA yang belajar; ia adalah perpaduan sempurna antara aksi brutal, perkembangan karakter yang solid, dan kritik halus terhadap sistem pendidikan serta hierarki kekerasan di sekolah. Dengan protagonis Yoon Ga-min yang unik—remaja pintar tapi lemah fisik yang memilih jalur “belajar” sebagai senjata—komik ini berhasil menarik jutaan pembaca lintas usia. Di tengah banjir manhwa aksi baru, Study Group masih berdiri kuat sebagai salah satu yang paling autentik dan adiktif dalam genre high-school fighting. BERITA OLAHRAGA

Plot yang Dinamis dan Arc yang Terus Berkembang: Review Komik Study Group

Cerita Study Group berpusat pada Yoon Ga-min, siswa SMA biasa yang punya nilai sempurna tapi nol kemampuan bertarung. Setelah di-bully habis-habisan, ia memutuskan bergabung dengan “study group” di sekolah paling berbahaya di daerahnya—sebuah kelompok belajar yang ternyata dipenuhi petarung jalanan dan preman. Dari situ, Ga-min belajar bahwa untuk bertahan di lingkungan itu, ia harus menggabungkan otak dan otot: mempelajari teknik bela diri dari buku, menganalisis gerakan lawan, dan menerapkan strategi seperti dalam ujian.

Plotnya bergerak cepat dengan arc-arc yang saling terhubung. Mulai dari konflik internal sekolah, perebutan wilayah antar geng, hingga ancaman dari luar seperti organisasi kriminal atau sekolah rival. Setiap arc membawa peningkatan taruhan: dari perkelahian satu lawan satu menjadi pertarungan massal, dari masalah pribadi menjadi konflik yang melibatkan masa depan karakter. Yang membuatnya beda adalah bagaimana penulis tidak pernah mengabaikan aspek “study”. Ga-min terus belajar—fisika untuk memahami pukulan, biologi untuk titik lemah tubuh, psikologi untuk membaca lawan—sehingga aksi terasa cerdas, bukan cuma adu kuat.

Di chapter terbaru 2025-2026, arc saat ini menunjukkan Ga-min menghadapi musuh yang jauh lebih kuat secara fisik, memaksa dia mengandalkan persiapan, tim, dan pengorbanan. Ketegangan terus naik tanpa terasa dipaksakan, membuat pembaca sulit berhenti scroll.

Karakter yang Berkembang dan Relatable: Review Komik Study Group

Kekuatan terbesar Study Group ada pada karakternya. Yoon Ga-min bukan tipe protagonis overpowered dari awal; ia lemah, sering kalah, dan harus berjuang keras untuk setiap kemenangan. Perkembangannya terasa nyata—dari anak penakut menjadi seseorang yang berani melindungi teman, tapi tetap mempertahankan sifat “nerd”-nya. Ia tidak pernah jadi sombong meski semakin kuat, malah semakin sadar bahwa otak lebih penting daripada otot.

Karakter pendukung juga punya kedalaman. Ada Joo Hyun-woo, teman Ga-min yang setia tapi punya masa lalu kelam; Han Sung-gon, rival awal yang perlahan jadi sekutu; hingga anggota study group lain seperti petarung jalanan, mantan preman, dan siswa pintar yang punya motivasi berbeda. Setiap orang punya backstory yang memengaruhi tindakan mereka, membuat konflik terasa personal dan tidak hitam-putih. Bahkan antagonis utama punya alasan yang masuk akal, bukan sekadar jahat karena jahat.

Hubungan antar karakter berkembang secara organik—dari saling curiga menjadi saling percaya, dari kompetisi jadi kerja sama. Di tengah aksi keras, ada momen-momen hangat seperti belajar bersama malam-malam atau saling menolong saat terdesak, yang membuat pembaca terikat emosional.

Aksi dan Seni yang Konsisten Tinggi

Adegan pertarungan di Study Group termasuk yang terbaik di manhwa aksi sekolah. Koreografinya realistis: pukulan punya bobot, gerakan diambil dari seni bela diri nyata seperti boxing, muay thai, dan jiu-jitsu, tapi disesuaikan dengan gaya masing-masing karakter. Ga-min sering menang bukan karena lebih kuat, tapi karena lebih pintar—menggunakan lingkungan, timing, atau kelemahan lawan yang sudah dia pelajari sebelumnya.

Seni panelnya dinamis: sudut pandang dramatis, close-up wajah saat tegang, dan efek gerak yang membuat pukulan terasa sakit. Warna kontras tinggi di adegan malam atau indoor menambah intensitas, sementara flashback menggunakan tone lebih lembut untuk kontras emosional. Konsistensi kualitas gambar tetap tinggi meski chapter sudah ratusan, jarang terlihat penurunan seperti di banyak webtoon panjang lainnya.

Kesimpulan

Study Group adalah manhwa yang berhasil menggabungkan aksi sekolah brutal dengan perkembangan karakter cerdas dan tema belajar yang autentik. Yoon Ga-min dan kru study group-nya memberikan sesuatu yang segar di genre yang sering repetitif: kemenangan bukan selalu soal kekuatan fisik, tapi persiapan, strategi, dan ikatan tim. Hampir tujuh tahun berjalan, komik ini masih terasa segar, chapter demi chapter membangun taruhan lebih tinggi, dan tetap jadi salah satu yang paling direkomendasikan bagi penggemar action manhwa. Bagi pembaca lama maupun yang baru mulai, Study Group bukan sekadar hiburan; ia adalah cerita tentang bagaimana belajar bisa jadi senjata paling mematikan di dunia yang keras. Komik ini terus membuktikan bahwa kombinasi otak dan otot bisa menciptakan sesuatu yang adiktif dan bermakna sekaligus.

BACA SELENGKAPNYA DI…

More From Author

Review Komik xxxHolic

Review Komik xxxHolic

Review Komik Watchmen

Review Komik Watchmen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories